Oleh Mei
Rahmawati
Tabrani
Sesungguhnya penilaian
yang berkutat pada kandungan umum teks turâts (warisan-tradisi, heritage,
patrimoine, legacy) dan sama sekali abai terhadap pendekatan linguistik dan mantiq
(logika) yang membentuknya, hanya akan menjerumuskan pada pandangan
fragmentaris terhadap turats-Taha Abdurrahman-
Sebuah
kehidupan di dunia pasti melahirkan sejarah. Sejarah baik yang terbentuk secara
lahiriyah atau duniawiyah. Kehidupan lahiriyah dimana manusia ada sebelum tiada
dan duniawiyah, manusia terikat oleh yang namanya agama, pemikiran dan
adat-istiadat. Katakan suatu sejarah di sini lebih bermakna plural, pasti semua
sejarah itu memiliki aturan yang wajib diadakan sesuai keberadaan dimana
manusia bertahan hidup bersama-sama. Ketika suatu tradisi (turats)
diasumsikan sebagai hal yang dilarang untuk mengsumsikan sesuatu, ia bagai
sesuatu yang berkelamin tunggal, karya agung yang tidak boleh disentuh untuk
merekonstruksi bagi bukan haknya dan
mempunyai wilayah kuasa tertentu.
